FOTO: Liburan kerja ke Bandung (Juli, 2024)
Mengawali tahun 2026 tepatnya pada bulan Februari, saya mengakhiri karir sebagai guru siswa berkebutuhan khusus di Rumah Indira. Sejak Februari 2024, saya mengembangkan pengetahuan dan pengalaman dalam memberikan pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), baik akademis maupun terapi ataupun pengembangan minat dan bakat. Institusi yang tergolong masih dalam kategori rumahan dan belum memiliki badan hukum resmi yang memiliki kurang lebih 17 pengajar pada waktu itu dan 40 murid.
Terakhir saat saya bekerja, institusi tersebut sudah mengurus perizinan dalam bentuk yayasan dan memiliki 20 pengajar serta pengembangan bidang berupa balai latihan kerja serta 60 murid akademis maupun terapi. Dalam perjalanannya, saya memegang posisi setelah 5 bulan bekerja sebagai kepala bagian non-akademik yang bertugas mengawasi 10 murid non akademik, baik dalam komunikasi dan informasi maupun penilaian akhir dari setiap anak pada tiap semester, seperti layaknya pembagian raport. Selain itu, saya dipercaya untuk mengurus kegiatan kelulusan bagi siswa SMP-SMA akhir, seperti menyusun layout acara, rundown, sarana-prasarana kegiatan.
Akhir 2024, saya mendapat penugasan baru yaitu mengurus kegiatan pameran besar yang diselenggaran di Balai Kota Bogor. Acara ini terakhir kali diadakan sudah cukup lama, beberapa tahun sebelum saya bekerja di tempat ini. Kegiatan yang menguras tenaga dan pikiran, terlebih saat mengatur pembagian kerja dan koordinasi dengan atasan. Saya mulai merasakan beban kerja yang esktrim, dimana beberapa jobdesk ditumpukkan di pundak saya. Walaupun saya memiliki tim dalam bagian non akademik, tetapi saya merasakan seperti bekerja sendirian.
Pada tahun 2025, beban kerja mulai sedikit berkurang karena jobdesk pengembangan minat dan bakat sudah dialihkan kepada pengajar lain namun laporan akhir yang disebut sebagai rubrik minat dan bakat tetap masih dikerjakan oleh saya. Namun, untuk kegiatan internal masih dijalankan oleh saya seperti program magang internal dan pemasaran dalam bentuk webinar. Pada pertengahan 2025, kegiatan internal sudah dialihkan ke bagian baru yaitu Hubungan Masyarakat (HUMAS), sehingga saya memiliki waktu untuk mengurus bagian saya dan tanggung jawab saya sebagai pengajar, seperti pembuatan latihan soal, pengembangan materi ajar serta penyusunan soal akhir yaitu UTS dan UAS.
Beban kerja yang ekstrim, sifat atasan yang micro-manage, penggunaan bahasa yang halus namun seringkali menyakitkan hati, lingkungan kerja yang kurang baik dalam hal tanggung jawab seperti seringkali melemparkan tanggung jawab kepada orang lain. Beberapa permasalahan ini saya melihat sebagai alur bekerja yang prematur dan tidak tersistematis serta profesionalitas dalam bekerja yang kurang baik.
Banyak perusahaan yang masih memerlukan pengawasan sampai ke akar rumput, karena pemilik perusahaan yang tidak punya keahlian leadership dan manajemen yang baik, serta proses perekrutan karyawan tanpa melalui seleksi wawancara intensif dalam melihat kepribadian dan profesionalitas bekerja. Karena nantinya perusahaan tersebut perlahan-lahan ketika manajemen sudah baik dan sistem perekrutan yang baik akan menghasilkan perusahaan yang mampu berjalan sendiri, tanpa memerlukan pengawasan oleh pemilik perusahaan sampai ke akar rumput melainkan pengawasan melalui sistem perusahaan yang berjalan.

0 Komentar