Hadits-Hadits Akhlak

Hadits-Hadits Akhlak

 


Hadits 001

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لِامْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

(1) Sesungguhnya amal itu hanyalah tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang (berniat) hijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa (berniat) hijrah karena dunia yang bakal diraihnya atau wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang diniatkannya itu. (bukan kepada Allah dan Rasul-Nya)" (Bukhari) [1]

Hadits 002

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

(2) Islam didasarkan pada lima hal:

1. Bersaksi bahwa tidak ada yang patut disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah,

2. Mendirikan Shalat (lima kali sehari)

3. Membayar zakat,

4. Melaksanakan haji,

5. dan Berpuasa pada bulan Ramadhan. (Bukhari) [2]

Hadits 003

الْكَبَائِرُ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَقَتْلُ النَّفْسِ وَالْيَمِينُ الْغَمُوسُ

(3) Dosa yang paling besar adalah: menyekutukan Allah dengan lainnya, durhaka kepada orangtua, membunuh orang dan bersumpah palsu. (Bukhari) [3]

Hadits 004

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

(4) Tak seorangpun di antara kamu menjadi orang yang sebenarnya beriman, sampai saya (Nabi Muhammad Saw.) akan dicintainya lebih dari cintanya kepada orang tuanya, anak-anaknya dan semua orang (di atas dunia ini). (Bukhari dan Muslim) [4]

Hadits 005

تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

(5) Saya meninggalkan dua hal bagimu. Apabila kamu berpegang teguh padanya kamu tidak akan pernah sesat. Yaitu: Quran dan sunnah dari Rasul-Nya. (Al Muwaththa Imam Malik) [5]

Hadits 006

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

(6) Apabila seseorang telah meninggal dunia maka putuslah amalnya; kecuali tiga perkara, yaitu: 1. Dermanya yang orang akan terus menerus mengambil manfaat darinya. 2. pengetahuannya, yang orang terus menerus memanfaatkannya. 3. anak, yang shaleh yang mendoakannya. (Muslim) [6]

Hadits 007

مَنْ جَاءَهُ الْمَوْتُ وَهُوَ يَطْلُبُ الْعِلْمَ لِيُحْيِيَ بِهِ الْإِسْلَامَ فَبَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّبِيِّينَ دَرَجَةٌ وَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ

(7) Seseorang yang meninggal dalam keadaan menuntut ilmu (agama) untuk menghidupkan (menegakkan) Islam, maka ia di surga satu tingkat dengan para nabi. (Ad-Darimiy) [7]

Hadits 008

لَيْسَ صَلاَةٌ أَثْقَلَ عَلَى الْمُنَافِقِينَ مِنَ الْفَجْرِ وَالْعِشَاءِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا ...

(8) Tidak ada sembahyang yang paling berat bagi orang munafik daripada sembahyang Subuh dan Isya. Kalau mereka mengetahui betapa besar pahala kedua sembahyang itu, mereka tentu akan (pergi ke mesjid) melakukannya walaupun mereka harus merangkak... (Bukhari) [8]

Hadits 009

مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيَعْرِفْ حَقَّ كَبِيرِنَا فَلَيْسَ مِنَّا

(9) Bukanlah dari (golongan) kami orang yang tidak mengasihi yang muda dan yang tidak menghormati yang tua. (Abu Daud) [9]

Hadits 010

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

(10) Ada dua kalimat Yang sangat mudah diucapkan tetapi besar bobotnya (besar pahalanya) dan sangat disukai Allah Yang Maha Pemurah, yaitu:

  • Subhanallahi-wa-bihamdihi
  • Subhanallahil Azhim

(terjemahannya: Allah Mahasuci dengan segala puji-pujian bagi-Nya, Allah. Maha Suci lagi Maha Besar). (Bukhari dan Muslim) [10]

Hadits 011

الْعِلْمُ ثَلَاثَةٌ فَمَا وَرَاءَ ذَلِكَ فَهُوَ فَضْلٌ آيَةٌ مُحْكَمَةٌ أَوْ سُنَّةٌ قَائِمَةٌ أَوْ فَرِيضَةٌ عَادِلَةٌ

(11) Ilmu pengetahuan yang penting ada tiga dan selain itu adalah tambahan.

Pertama, tanda yang nyata, ayat yang qathi (yang tidak dapat diragukan), kedua, sunnah Nabi yang sudah mantap dan ketiga, hukum yang adil. (Ibnu Majah) [11]

Hadits 012

مَنْ تَمَسَّكَ بِسُنَّتِي عِنْدَ فَسَادِ أُمَّتِي فَلَهُ أجر مائَة شَهِيد

(12) Barangsiapa setia kepada sunnahku (sunnah Nabi Muhammad saw.) di masa kekacauan umatku, ia akan memperoleh penghargaan (pahala) seratus orang mati syahid. (Baihaqi) [12]

Hadits 013

لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُولُوْا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ

(13) Janganlah berlebih-lebihan mencurahkan puji-pujian pada saya(Rasulullah Saw), seperti yang dilakukan oleh orang-orang Kristen terhadap Isa bin Maryam, saya adalah hamba-Nya dan panggilan pada saya hamba Allah dan Rasul-Nya. (Bukhari dan Muslim) [13]

Hadits 014

النَّاسُ بَنُو آدَمَ وَآدَمُ مِنْ تُرَابٍ

(14) Semua manusia adalah anak-cucu (keturunan) Adam dan Adam diciptakan dari tanah. (Tirmidzi) [14]

Hadits 015

مِنَ الْكَبَائِرِ شَتْمُ الرَّجُلِ وَالِدَيْهِ ‏"‏ ‏.‏ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ يَشْتِمُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قَالَ ‏"‏ نَعَمْ يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ فَيَسُبُّ أُمَّهُ

(15) Di antara dosa-dosa besar adalah mencaci maki orang-tua sendiri. Sahabat-sahabat bertanya: Ya Rasulullah, apakah ada orang yang mau mencaci-maki orang-tuanya? Nabi menjawab; Ya, seseorang yang memaki ayah dari orang lain. orang lain itu akan memaki ayahnya pula; demikian juga seseorang yang mencaci-maki ibu orang lain, orang lain itu akan mencaci-maki ibunya pula. (Muslim) [15]

Hadits 016

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الْوَالِدِ وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

(16) Kesenangan Allah terletak pada keridhaan ayah dan kemarahan Allah terletak pada kemarahan ayah. (Tirmidzi) [16]

Hadits 017

كُلُّ الذُّنُوْبِ يَغْفِرُ اللّٰهُ مِنْهَا مَا شَاءَ ؛ إِلَّا عُقُوْقَ الْوَالِدَيْنِ ؛ فَإِنَّهُ يُعَجِّلُ لِصَاحِبِهِ فِى الْحَيَاةِ قَبْلَ الْمَمَاتِ

(17) Allah mengampuni setiap dosa yang Dia kehendaki, kecuali (dosa) durhaka kepada orang-tua. Malahan Dia akan mempercepat menghukum kepada si durhaka sebelum meninggalkan dunia. (Baihaqi) [17]

Hadits 018

حَقُّ كَبِيرِ الْإِخْوَةِ عَلَى صَغِيرِهِمْ حَقُّ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ

(18) Hak (kedudukan) dari saudara yang lebih tua terhadap saudara-saudaranya yang muda adalah sama seperti hak dari orang tua kepada anak-anaknya. (Baihaqi) [18]

Hadits 019

اَلدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا لِمَنْ قَالَ لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ

(19) Sari dari agama adalah tulus-ikhlas terhadap orang lain. Kami (sahabat-sahabat) menanyakan kepada beliau: Tulus ikhlas kepada siapa yang engkau maksudkan? Beliau menjawab: kepada Allah, kepada kitab Allah, kepada Rasul- Nya, kepada pemimpin orang Muslim dan kepada masyarakat umum. (Muslim) [19]

Hadits 020

لَا يَرْحَمُ اللَّهُ مَنْ لَا يَرْحَمُ النَّاسَ

(20) Allah tidak akan menyayangi pada seseorang yang tidak memperlihatkan belas kasihan pada orang lain. (Bukhari) [20]

Hadits 021

مَا أَكْرَمَ شَابٌّ شَيْخًا لِسِنِّهِ إِلَّا قَيَّضَ اللَّهُ لَهُ مَنْ يُكْرِمُهُ عِنْدَ سِنِّهِ

(21) Setiap anak muda yang menghormati orang yang lebih tua karena umurnya, akan memperoleh orang yang ditunjuk oleh Allah untuk menghormatinya apabila ia menjadi tua. (Tirmidzi) [21]

Hadits 022

تَرَى الْمُؤْمِنِينَ فِي تَرَاحُمِهِمْ وَتَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى عُضْوًا تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

(22) Akan kamu jumpai bahwa orang Mukmin merupakan satu tubuh, di dalam hal saling mengasihi, mencintai dan menyayangi. Apabila ada bagian tubuh yang menderita, bagian tubuh yang lain pun akan tidak dapat tidur dan mendemam. (Bukhari dan Muslim) [22]

Hadits 023

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

(23) Saya bersumpah pada-Nya yang mengendalikan hidup saya, bahwa tidak seorang pun dapat menjadi seorang yang sungguh beriman, kecuali sehingga ia sukai untuk saudaranya sebagaimana dia sukai untuk dirinya sendiri. (Bukhari) [23]

Hadits 024

مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ

(24) Malaikat Jibril telah menasihati saya perihal berbuat baik kepada tetangga sedemikian rupa, sehingga saya kira dia akan jadikan tetangga itu sebagai ahli waris saya. (Bukhari dan Muslim) [24] [25]

Hadits 025

مَنْ كَانَتْ لَهُ أُنْثَى فَلَمْ يَئِدْهَا وَلَمْ يُهِنْهَا وَلَمْ يُؤْثِرْ وَلَدَهُ عَلَيْهَا قَالَ يَعْنِي الذُّكُورَ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ

(25) Barangsiapa mempunyai anak perempuan dan dia tidak menguburnya hidup-hidup dan tidak lebih mengutamakan anak laki-lakinya daripada anak perempuannya, Allah akan memasukkannya ke surga, (Abu Daud) [26]

Hadits 026

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُحِبَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أَوْ يُحِبُّهُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ فَلْيُصَدِّقْ حَدِيثَهُ إِذَا حَدَّثَ، وَلْيُؤَدِّ أَمَانَتَهُ إِذَا أُؤْتُمِنَ، وَلِيُحْسِنَ جِوَارَ مَنْ جَاوَرَهُ

(26) Barangsiapa yang ingin meraih cinta Allah dan Rasul-Nya atau menginginkan agar Allah dan Rasul-Nya mencintainya, dia harus selalu berkata benar; dia harus selalu mengembalikan dalam keadaan utuh dan pada waktunya sesuatu yang diamanahkan kepadanya, dan dia selalu harus berbuat baik kepada tetangganya. (Baihaqi) [27]

Hadits 027

الْخَلْقُ عِيَالُ اللَّهِ، فَأَحَبُّ الْخَلْقِ إِلَى اللَّهِ مَنْ أَحْسَنَ إِلَى عِيَالِهِ

(27) Semua makhluk adalah keluarga Allah, maka oleh karena itu Allah suka pada orang yang memperlakukan keluarga-Nya dengan baik. (Baihaqi) [28]

Hadits 028

إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَيْنَ الْمُتَحَابُّونَ بِجَلَالِي الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ فِي ظِلِّي يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلِّي

(28) Allah akan berkata pada hari kiamat: Manakah'mereka yang mencintai satu sama lain karena Kebesaran-Ku? Hari ini. Aku akan memberikannya tempat bernaung dalam lindungan-Ku; dan ingatlah bahwa tidak ada lindungan pada hari ini kecuali lindungan-Ku. (Muslim) [29]

Hadits 029

بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ‏:‏ تَسْلِيمُ الْخَاصَّةِ، وَفُشُوُّ التِّجَارَةِ حَتَّى تُعِينَ الْمَرْأَةُ زَوْجَهَا عَلَى التِّجَارَةِ، وَقَطْعُ الأَرْحَامِ، وَفُشُوُّ الْقَلَمِ، وَظُهُورُ الشَّهَادَةِ بِالزُّورِ، وَكِتْمَانُ شَهَادَةِ الْحَقِّ‏

(29) Berikut ini adalah tanda-tanda-mendekatnya hari kiamat: (1) orang hanya akan menghormati orang-orang khusus tertentu, (2) perdagangan akan meluas sedemikian rupa sehingga istri-istri akan membantu suami-suaminya dalam kegiatan dagangannya, (3) Orang tidak lagi menaruh perhatian kepada hak-hak dari sanak-saudaranya, (4) pena akan digunakan sangat banyak dan sangat luas, (5) saksi palsu akan menjadi hal yang biasa, (6) kesaksian yang benar akan disembunyikan. (Al-Adabu-l-mufrad Bukhari) [30]

Hadits 030

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَطَاوَلَ النَّاسُ فِي الْبُنْيَانِ

(30) Hari kiamat tidak akan datang sampai orang akan berlomba membangun bangunan yang tinggi-tinggi (Al-Adabu-!-mufrad Bukhari) [31]

Hadits 031

إِذَا دَخَلْتُمْ بَيْتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهِ، فَإِذَا خَرَجْتُمْ فَأَوْدِعُوا أَهْلَهُ بِسَلَامٍ

(31) Apabila kamu memasuki rumah, kamu harus memberi hormat pada penghuni rumah dengan mengucapkan Assalamu’alaikum dan apabila kamu keluar dari rumah tersebut, kamu harus ucapkan selamat tinggal pada penghuni rumah dengan Assalamu’alaikum. (Baihaqi) [32]

Hadits 032

الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ

(32) Kebajikan itu ialah akhlak yang baik dan dosa itu ialah perasaan yang tergores dalam dada (hati) kamu dan kamu tidak menyukai orang lain akan mengetahuinya. (Muslim) [33]

Hadits 033

الِاقْتِصَادُ فِي النَّفَقَةِ نِصْفُ الْمَعِيشَةِ، وَالتَّوَدُّدُ إِلَى النَّاسِ نِصْفُ الْعَقْلِ، وَحُسْنُ السُّؤَالِ نِصْفُ الْعِلْمِ

(33) Berhemat dalam berbelanja adalah separuh perjalanan hidup yang baik dan cinta serta kasih sayang kepada orang lain separuh dari kebijaksanaan dan bertanya dengan lembut dan sopan adalah separuh dari ilmu pengetahuan. (Baihaqi) [34]

Hadits 034

إِنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا وَخُلُقُ الْإِسْلَامِ الْحَيَاءُ

(34) Setiap agama mempunyai ciri-ciri tertentu berkenaan dengan etika(akhlak) dan ciri-ciri tertentu dari Islam adalah sederhana dan rasa malu. (Ibnu Majah) [35]

Hadits 035

مِفْتَاحُ الْجَنَّةِ الصَّلَاةُ وَمِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ

(35) Kunci masuk surga adalah sembahyang (lima waktu setiap hari) dan kunci untuk melakukan sembahyang (setiap harinya) adalah berwudhu. (Ahmad) [36]

Hadits 036

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

(36) Menggosok gigi adalah untuk membersihkan mulut. Dan pekerjaan itu akan mendapat ridha Allah. (An-Nasa-i) [37]

Hadits 037

إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثًا فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ

(37) Apabila seseorang di antara kamu bangun tidur janganiah mencelupkan tangannya ke dalam penampung air (ember), sebelum dia mencuci tangannya tiga kali. karena dia tidak mengetahui apa yang dipegang oleh tangannya sewaktu tidur. (Bukhari dan Muslim) [38]

Hadits 038

بَيْنَ الْعَبْدِ وَبَيْنَ الْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلَاةِ

(38) Batas antara seorang hamba (Mukmin) dan antara kufur ialah meninggalkan sembahyang. (Tirmidzi) [39]

Hadits 039

مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

(39) Perintahkanlah anak-anakmu menunaikan sembahyang apabila mereka telah berumur tujuh tahun dan hukumlah mereka jika mereka tidak menunaikan sembahyang setelah berumur sepuluh tahun; dan pada tingkat umur tersebut mereka harus diberitahukan untuk tidur pada tempat tidurnya sendiri-sendiri. (Abu Daud) [40]

Hadits 040

أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا

(40) Tempat-tempat yang paling disukai oleh Allah dalam kota-kota ialah mesjid-mesjid dan tempat-tempat yang Dia tidak sukai dalam kota-kota adalah pasar-pasarnya. (Muslim) [41]

Hadits 041

مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

(41) Barangsiapa membangun mesjid karena Allah (yaitu untuk mendapatkan ridha Allah), maka Allah akan membangun sebuah rumah untuknya di surga. (Bukhari dan Muslim) [42]

Hadits 042

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَكُونُ حَدِيثُهُمْ فِي مَسَاجِدِهِمْ فِي أَمْرِ دُنْيَاهُمْ، فَلَا تُجالِسُوهُمْ، فَلَيْسَ لِلَّهِ فِيهِمْ حَاجَةٌ

(42) Akan tiba satu waktu ketika orang akan membicarakan urusan-urusan keduniaan di dalam mesjid-mesjid. Kamu jangan duduk dengan orang-orang demikian, karena Allah tidak akan menghiraukan mereka. (Baihaqi) [43]

Hadits 043

إِنَّ الْمُصَلِّيَ يُنَاجِي رَبَّهُ فَلْيَنْظُرْ بِمَا يُنَاجِيهِ بِهِ وَلَا يَجْهَرْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ بِالْقُرْآنِ

(43) Sesungguhnya orang sembahyang bercakap-cakap dengan Tuhannya, maka hendaklah ia memperhatikan apa yang ia katakan. Juga haruslah selalu ingat bahwa jika ada orang sedang sembahyang, janganlah baca Quran dengan suara keras. (Malik) [44]

Hadits 044

إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا ... وَإِذَا قَرَأَ فَأَنْصِتُوا
لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

(44) Imam (sembahyang) ditunjuk untuk diikuti, apabila ia mulai takbir (membaca Allahu Akbar), maka takbirlah, kamu dan apabila ia membaca ayat-ayat Al-Quran kamu harus dengarkan dengan penuh perhatian (Abu Daud). [45] Seseorang yang tidak membaca Surat Al-Fatihah, tidak sah sembahyangnya. (Bukhari) [46]

Hadits 045

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

(45) Orang yang paling baik di antara kamu adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya pada orang lain. (Bukhari) [47]

Hadits 046

لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ

(46) Takdir (nasib) tidak dapat dirubah kecuali dengan perantaraan doa dan kehidupan (umur) tidak dapat diperpanjang kecuali dengan perbuatan baik. (Tirmidzi) [48]

Hadits 047

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

(47) Tiga macam doa adalah tidak diragukan lagi diterima oleh Allah, yaitu doa orang tua untuk anak-anaknya, doa orang musafir (dalam perjalanan); dan doa orang tersiksa(yang dizhalimi). (Abu Dawud) [49]

Hadits 048

كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

(48) Nabi Saw. tidak menyukai tidur sebelum sembahyang Isya dan bercakap-cakap sesudahnya. (Bukhari) [50]

Hadits 049

يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلَّا الدَّيْنَ

(49) Seseorang yang sahid diampuni semua dosa-dosanya; hal yang baginya tidak diampuni adalah hutang-hutangnya kepada orang lain. (Muslim) [51]

Hadits 050

مَنْ أَخَذَ شِبْرًا مِنْ الْأَرْضِ ظُلْمًا فَإِنَّهُ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ سَبْعِ أَرَضِينَ

(50) Seseorang yang merampas sebidang tanah walaupun hanya sejengkal akan dikalungkan ke lehernya pada hari kiamat sebanyak tujuh bumi. (Bukhari dan Muslim) [52] [53]

Hadits 051

مَا بَعَثَ اللَّهُ نَبِيًّا إِلَّا رَعَى الْغَنَمَ فَقَالَ أَصْحَابُهُ وَأَنْتَ فَقَالَ نَعَمْ كُنْتُ أَرْعَاهَا عَلَى قَرَارِيطَ لِأَهْلِ مَكَّةَ

(51) Allah tidak pernah mengangkat seorang nabi yang tidak mengembala kambing. Para sahabat bertanya pada beliau. Dan bagaimana dengan engkau? Beliau menjawab: Ya, saya pernah dulu mengembala kambing orang Mekkah untuk upah beberapa qiraath saja. (Bukhari) [54]

Hadits 052

أَعْطُوا الْأَجِيرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ

(52) Kamu bayarlah upah seseorang yang kamu upahi sebelum keringatnya kering. (Ibnu Majah) [55]

Hadits 053

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللَّهَ

(53) Seseorang yang tidak bersyukur pada orang yang berbuat baik padanya, tidak mampu menyatakan terima kasihnva kepada Allah. (Tirmidzi) [56]

Hadits 054

أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَعَبْدُ الرَّجُلِ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

(54) Ketahuilah bahwa setiap kamu adalah pengawas dan setiap kamu akan ditanya tentang yang diawasinya. Pemimpin agama, Imam yang harus membimbing manusia akan ditanya berkenaan dengan orang yang dipimpinnya dan seseorang yang harus membimbing anggota keluarganya dan wanita yang harus mengurus rumah tangga suaminya dan anak-anaknya akan ditanya berkenaan dengan rumah tangga dan anak-anaknya. Budak yang harus diawasi urusan harta majikannya akan ditanya berkenaan tugas yang diberikan kepadanya. Haruslah diperhatikan bahwa kamu semua adalah pengawas-pengawas dan kau semua akan ditanya berkenan dengan tugas yang dibebankan kepada kamu. (Bukhari dan Muslim) [57]

Hadits 055

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

(55) Kamu harus hindari perasaan dengki, karena dengki akan memakan habis kebajikan sama seperti api memusnahkan kayu api. (Abu Daud) [58]

Hadits 056

التُّؤَدَةُ فِي كُلِّ شَيْءٍ إِلَّا فِي عَمَلِ الْآخِرَةِ

(56) Kamu dapat beranggapan bahwa perlahan-lahan adalah baik untuk apa saja yang kita lakukan, kecuali dalam hal amalan yang akan mempengaruhi hidup kita di akhirat. (Abu Daud) [59]

Hadits 057

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ

(57) Apabila kamu berhadapan dengan sesuatu yang kamu tidak sukai, kamu harus mencoba merubahnya atau menghentikannya dengan tanganmu, dan apabila kamu tidak dapat melakukannya, kamu harus ambil tindakan dengan lisanmu; dan apabila kamupun tak dapat melakukan yang demikian, kamu harus mencoba merubahnya, setidak-tidaknya dengan hatimu. Dan yang terakhir ini adalah ungkapan dari iman yang lemah. (Muslim) [60]

Hadits 058

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

(58) Dunia ini seperti penjara bagi orang beriman (sebab orang Mukmin harus patuh kepada aturan), dan seperti surga bagi orang kafir (karena mereka bebas tanpa terikat peraturan). (Muslim) [61]

Hadits 059

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

(59) Kebahagiaan bukanlah terletak pada harta yang berlimpah. Tetapi kebahagiaan itu terletak dalam hati. (Bukhari dan Muslim) [62] [63]

Hadits 060

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ

(60) Tiap bangsa dicoba dengan cobaan-cobaan tertentu. Harta kekayaan akan merupakan cobaan bagi umatku. (Tirmidzi) [64]

Hadits 061

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ الدُّنْيَا عَرَضٌ حَاضِرٌ يَأْكُلُ مِنْهَا الْبَرُّ وَالْفَاجِرُ، وَإِنَّ الْآخِرَةَ وَعْدٌ صَادِقٌ يَحْكُمُ فِيهَا مَلِكٌ قَادِرٌ، يُحِقُّ فِيهَا الْحَقَّ وَيُبْطِلُ الْبَاطِلَ، كُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الْآخِرَةِ وَلَا تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا، فَإِنَّ كُلَّ أُمٍّ يَتْبَعُهَا وَلَدُهَا

(61) Wahai manusia, dunia ini adalah tempat persinggahanmu sementara. Orang baik maupun orang jelek makan dari situ. (menggunakan bahan makanannya sesuai dengan kebutuhannya). Tetapi janji adanya akhirat adalah suatu janji yang pasti benar. Di sana semua persoalan akan diputuskan oleh Raja yang Mahaadil dan Mahakuasa. Di sana kebenaran akan dinyatakan sebagai kebenaran dan kebathilan akan dinyatakan sebagai kebathilan. Kamu haruslah bersiap menjadi anak-anak dari akhirat dan bukan menjadi anak-anak dari dunia yang sekarang ini. Kamu harus catat kenyataan bahwa setiap anak mengikuti ibunya. (Abu Naim) [65]

Hadits 062

يَهْرَمُ ابْنُ آدَمَ وَتَشِبُّ مِنْهُ اثْنَتَانِ الْحِرْصُ عَلَى الْمَالِ وَالْحِرْصُ عَلَى الْعُمُرِ

(62) Apabila seseorang menjadi-tua, ada dua keinginannya tumbuh makin muda. Yaitu: untuk memperoleh kekayaan dan untuk hidup lebih lama. (Bukhari dan Muslim) [66]

Hadits 063

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

(63) Sesungguhnya Allah tidak akan melihat penampilanmu dan kekayaanmu. Dia akan lebih melihat kepada hatimu dan perbuatanmu. (Muslim) [67]

Hadits 064

لَتَتْبَعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا شِبْرًا وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوهُمْ ‏"‏‏.‏ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى قَالَ ‏"‏ فَمَنْ ‏"‏‏

(64) Kamu (orang-orang Muslim) sudah tentu akan mengikuti jejak mereka yang telah mendahului kamu. dalam setiap langkahnya, sedemikian sehingga apabila ada di antara mereka yang terperosok di lubang kadal, kamupun akan berlaku sama. Para sahabat menanyakan pada Nabi Saw.: Ya Rasulullah, apakah yang engkau maksudkan kaum Yahudi dan Kristen? Beliau bersabda: Siapa lagi? (Bukhari dan Muslim) [68]

Hadits 065

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى أُمَّتِي مَا أَتَى عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ حَذْوَ النَّعْلِ بِالنَّعْلِ … وَإِنَّ بَنِي إِسْرَائِيلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً قَالُوا وَمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي

(65) Kaumku akan mengalami kejadian yang sama seperti yang dialami bani Israil. Mereka (kaum Muslimin dan bani [srail), akan demikian persamaannya satu sama lain seperti persamaan sepasang sepatu. Bani Israil telah terpecah dalam 72 golongan dan kaumku akan terpecah dalam 73 golongan. Semuanya akan dilemparkan ke dalam api, kecuali satu golongan. Para sahabat menanyakan kepada Rasulullah, golongan manakah itu? Beliau bersabda: “Golongan yang akan menjalankan sunnahku dan amal perbuatan sahabat-sahabatku”. (Tirmidzi) [69]

Hadits 066

لَوْ كَانَ مُوسَى حَيًّا بَيْنَ أَظْهُرِكُمْ مَا حَلَّ لَهُ إِلَّا أَنْ يَتَّبِعَنِي

(66) Jika Nabi Musa masih hidup diantara kalian, sudah pasti mereka akan jadi pengikutku (pengikut Rasulullah saw). (H.R. Ahmad) [70]

Hadits 067

أنَّ عِيْسَى بْنَ مَرْيَمَ عَاشَ عِشْرِيْنَ وَمِائَةَ سَنَةٍ

(67) (Malaikat Jibril memberikan kabar kepadaku) bahwa Isa anak Maryam hidup sampai berumur seratus duapuluh tahun. (Thabrani) [71]

Hadits 068

يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يَبْقَى مِنَ الْإِسْلَامِ إِلَّا اسْمُهُ، وَلَا يَبْقَى مِنَ الْقُرْآنِ إِلَّا رَسْمُهُ، مَسَاجِدُهُمْ عَامِرَةٌ وَهِيَ خَرَابٌ مِنَ الْهُدَى، عُلَمَاؤُهُمْ شَرُّ مَنْ تَحْتَ أَدِيمِ السَّمَاءِ مَنْ عِنْدَهُمْ تَخْرُجُ الْفِتْنَةُ وَفِيهِمْ تَعُودُ

(68) Akan datang masanya tatkala Islam hanya tinggal namanya saja, dan Al-Quran hanya tinggal tulisan saja (tanpa manusia mengerti dan mengamalkan akan isinya). Mesjid-mesjid akan penuh dengan orang-orang tetapi kosong dari petunjuk. Ulama akan menjadi wujud yang paling buruk di bawah kolong langit ini; kekacauan akan mengalir dari mereka dan akhirnya akan kembali kepada mereka juga. (Baihaqi) [72]

Hadits 069

ذَاكَ عِنْدَ أَوَانِ ذَهَابِ الْعِلْمِ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَذْهَبُ الْعِلْمُ وَنَحْنُ نَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَنُقْرِئُهُ أَبْنَاءَنَا وَيُقْرِئُهُ أَبْنَاؤُنَا أَبْنَاءَهُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ قَالَ ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ زِيَادُ إِنْ كُنْتُ لَأَرَاكَ مِنْ أَفْقَهِ رَجُلٍ بِالْمَدِينَةِ أَوَلَيْسَ هَذِهِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى يَقْرَءُونَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ لَا يَعْمَلُونَ بِشَيْءٍ مِمَّا فِيهِمَا

(69) Ilmu pengetahuan agama akan lenyap dari dunia ini.

Saya katakan, demikian Zayad meriwayatkan; Ya Rasulullah, bagaimana mungkin ilmu pengetahuan akan lenyap sedangkan kita sendiri membaca Al-Quran dan kita ajarkan kepada anak-anak kita dan mereka akan mengajarkan lagi pada anak-anak mereka dan demikian seterusnya sampai kiamat.

Nabi Saw. bersabda: Ya Zayad, Selamatlah untukmu. Saya pikir kamulah orang yang paling perasa di kota ini. Apakah kamu tidak lihat bahwa kaum Yahudi dan Kristen membaca Taurat dan Injil tetapi mereka tidak mengamalkan ajaran-ajarannya. (Ibnu Majah) [73]

Hadits 070

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

(70) Islam disiarkan mula-mula di dunia ini dalam keadaan asing dan keadaan itu akan berulang kembali seperti apa yang terjadi pada permulaannya. Semoga diberkati mereka yang mau menerima keadaan ini (untuk menyiarkan Islam). (Muslim) [74]

Hadits 071

لَا يَزَالُ مِنْ أُمَّتِي أُمَّةٌ قَائِمَةٌ بِأَمْرِ اللَّهِ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ وَلَا مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ

(71) Di antara umatku akan selalu ada satu golongan yang tetap patuh kepada perintah Allah. Barangsiapa yang mencoba melantarkan mereka, tidak akan berdaya; dan barangsiapa yang akan menentang mereka, tiada akan sanggup melakukan kejahatan apapun terhadap mereka, sampai ketetapan Allah akan berlaku. Dan merekapun masih tetap taat kepada perintah Allah. (Bukhari dan Muslim) [75]

Hadits 072

إِنَّهُ سَيَكُونُ فِي آخِرِ هَذِهِ الْأُمَّةِ قَوْمٌ لَهُمْ مِثْلُ أَجْرِ أَوَّلِهِمْ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقَاتِلُونَ أَهْلَ الْفِتَنِ

(72) Dalam bagian terakhir dari umatku, akan ada satu golongan orang yang akan dihargai sama seperti mereka yang mendapat penghargaan di saat-saat permulaan [slam, mereka akan mengajar orang-orang beramal baik dan mereka akan memberitahukan orang-orang untuk menjauhi perbuatan buruk dan mereka akan berdiri menentang terhadap siapa saja yang akan menyebabkan kerusuhan. (Baihaqi) [76]

Hadits 073

مَثَلُ أُمَّتِي مَثَلُ الْمَطَرِ لَا يُدْرَى أَوَّلُهُ خَيْرٌ أَمْ آخِرُهُ

(73) Persamaan dari umatku dapat dipersamakan. seperti hujan, yaitu orang tidak mengetahui apakah bagian permulaan yang lebih diberkati ataukah bagian terakhir. (Tirmidzi) [77]

Hadits 074

إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا

(74) Sesungguhnya Allah Yang Mahakuasa, akan mengangkat untuk umat-Nya pada setiap permulaan abad, seseorang yang akan menghidupkan kembali agama mereka untuk mereka. (Abu Daud) [78]

Hadits 075

مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ

(75) Setiap anak dilahirkan dengan tabiat yang benar, tetapi kemudian orang tuanya yang membuat dia se-orang Yahudi atau seorang Kristen atau seorang Majusi. Sama saja seperti binatang betina yang melahirkan anaknya, di mana kamu tidak akan menjumpai seekorpun di antaranya yang telinganya terpotong (maksudnya binatang melahirkan anaknya utuh dan manusialah yang kemudian memotong telinganya. (Bukhari) [79]

Hadits 076

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالَّذِي يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ إِلَى جَنْبِهِ

(76) Seseorang yang makan sampai kenyang, sedangkan tetangganya masih lapar, bagaimanapun juga tidak dapat digolongkan ke dalam seseorang yang beriman sungguh-sungguh. (Baihaqi) [80]

Hadits 077

اسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَإِنْ اسْتُعْمِلَ حَبَشِيٌّ كَأَنَّ رَأْسَهُ زَبِيبَةٌ

(77) Walaupun seorang budak negro dengan kepala kecil, seperti kismis, diangkat menjadi seseorang yang memerintah atas kamu, menjadi kewajibanmu untuk mendengar dan mematuhinya. (Bukhari) [81]

Hadits 078

مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

(78) Allah tidak akan mengadakan penyakit melainkan Dia adakan pula penyembuhnya. (Bukhari) [82]

Hadits 079

مَنْ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِ نِعْمَةً، فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ أَنْ يُرَى أَثَرُ نِعْمَتِهِ عَلَى عَبْدِهِ

(79) Apabila Allah menganugerahi seseorang dengan karunia-Nya, Dia ingin melihat pengaruh karunia-karunia itu bagi hamba-Nya tersebut. (Ahmad) [83]

Hadits 080

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ

(80) Apabila kamu makan, kamu harus makan dengan tangan kanan dan apabila kamu minum kamu harus minum dengan tangan kanan (Muslim) [84]

Hadits 081

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

(81) Apapun yang menimpa seorang Muslim, apakah itu Suatu kesengsaraan, sakit, susah atau suatu duka-cita, bahkan apakah itu tusukan dari duri sekalipun, Allah membuat itu suatu sebab guna menghilangkan kelemahan-kelemahannya. (Bukhari) [85]

Hadits 082

مَنْ عَادَ مَرِيضًا نَادَى مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنْ الْجَنَّةِ مَنْزِلًا

(82) Ketika seseorang pergi mengunjungi orang sakit, seorang penyeru dari langit akan menyeru: Kamu telah berbuat baik. Semoga diberkati langkahmu dalam perjaianan ini, dan dengan perbuatan ini kepadamu telah disediakan sebuah tempat dalam surga. (Ibnu Majah) [86]

Hadits 083

لِلْمُؤْمِنِ عَلَى الْمُؤْمِنِ سِتُّ خِصَالٍ يَعُودُهُ إِذَا مَرِضَ وَيَشْهَدُهُ إِذَا مَاتَ وَيُجِيبُهُ إِذَا دَعَاهُ وَيُسَلِّمُ عَلَيْهِ إِذَا لَقِيَهُ وَيُشَمِّتُهُ إِذَا عَطَسَ وَيَنْصَحُ لَهُ إِذَا غَابَ أَوْ شَهِدَ

(83) Ada enam kewajiban diperintahkan bagi setiap orang beriman, hubungannya dengan orang beriman lainnya. Kewajiban tersebut adalah: Dia harus mengunjungi saudaranya yang sakit; dia harus mengantarkan jenazah saudaranya yang wafat ke kubur; dia harus menghadiri undangannya (undangan makan); dia harus memberi hormat (Assalamu’alaikum) apabila bertemu; dia harus mengatakan: “Semoga Tuhan mengasihanimu” apabila bersin: dia harus mendoakan untuk kebaikannya di waktu hadir atau tidak. (An-Nasa-i) [87]

Hadits 084

إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ عَنْ مِيتَةِ السُّوءِ

(84) Shadaqah mendinginkan murka Allah dan mengelakkan kematian dalam keadaan yang tidak diinginkan. (Tirmidzi) [88]

Hadits 085

يُسَلِّمُ الصَّغِيرُ عَلَى الْكَبِيرِ وَالْمَارُّ عَلَى الْقَاعِدِ وَالْقَلِيلُ عَلَى الْكَثِيرِ

(85) Yang lebih muda harus menghormati (memberi salam) kepada yang lebih tua; seseorang yang berjalan harus menghormati yang sedang duduk, dan mereka yang jumlahnya sedikit harus menghormati mereka yang lebih banyak. (Bukhari) [89]

Hadits 086

خَيْرُ الْأَصْحَابِ عِنْدَ اللَّهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ وَخَيْرُ الْجِيرَانِ عِنْدَ اللَّهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ

(86) Sebaik-baik sahabat pada penglihatan Allah adalah siapa yang baik kepada sahabat-sahabatnya dan yang terbaik di antara tetangga-tetangga dalam penglihatan Allah adalah siapa yang terbaik kepada tetangga-tetangganya (Tirmidzi) [90]

Hadits 087

أَحِبُّوا الْعَرَبَ لثلاث: لِأَنِّي عَرَبِيٌّ وَالْقُرْآنُ عَرَبِيٌّ وَكَلَامُ أَهْلِ الْجَنَّةِ عَرَبِيٌّ

(87) Kamu harus senangi bangsa Arab karena tiga hal:

1. Saya seorang Arab,

2. Al-Quran dalam bahasa Arab,

3. Bahasa-dari penghuni surga adalah bahasa Arab (Baihaqi) [91]

Hadits 088

لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ

(88) Janganlah berkata jelek berkenaan dengan Sahabat-sahabatku. Kalaupun ada seseorang di antara kamu membelanjakan emas sama beratnya dengan berat gunung Uhud, itu tidak akan sama nilainya dengan yang telah mereka belanjakan dan malahan tidak sampai setengahnya. (Bukhari dan Muslim) [92]

Hadits 089

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

(89) Yang terbaik di antara kamu ialah dia yang baik terhadap keluarganya dan saya adalah yang terbaik di antara kamu semua terhadap keluarga saya. (Ibnu Majah) [93]

Hadits 090

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَ

(90) Sekiranya saya harus mengatakan kepada seseorang supaya bersujud di depan orang lain, saya harus mengatakannya kepada istri-istri untuk berbuat demikian kepada suaminya. (Tirmidzi) [94]

Hadits 091

قُصُّوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى

(91) Kamu harus rapikan pendek kumismu dan biarkan tumbuh janggutmu. (Ahmad) [95]

Hadits 092

إِيَّاكُمْ وَكَثْرَةَ الْحَلِفِ فِي الْبَيْعِ فَإِنَّهُ يُنَفِّقُ ثُمَّ يَمْحَقُ

(92) Haruslah ingat agar kamu tidak terlalu banyak bersumpah, jika menjual daganganmu, walaupun kamu dapat menjual lebih banyak dengan bersumpah, tetapi akhirnya perdaganganmu akan hancur (Muslim) [96]

Hadits 093

طَلَبُ كَسْبِ الْحَلاَلِ فَرِيضَةٌ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ

(93) Berusahalah memperoleh nafkah yang halal adalah juga satu tambahan tugas kepada tugas-tugas lain terhadap Allah. (Baihaqi) [97] [98]

Hadits 094

دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ

(94) Haruslah tinggalkan jauh-jauh apa yang menjadi keraguan dalam pikiranmu dan lakukanlah sesuatu yang pasti benar. Haruslah diketahui bahwa kebenaran itu memberi kepuasan sedangkan kepalsuan itu menumbuhkan keraguan (Tirmidzi) [99]

Hadits 095

مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ لَقِيَ اللَّهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا حُجَّةَ لَهُ وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً

(95) Dia yang menarik diri sendiri dari kepatuhan pada pemerintah akan bertemu dengan Allah di hari kiamat dalam keadaan bungkam tidak bisa menjawab; dan dia yang mati tanpa bai’at (kepada Imam masa itu) akan mati seperti kematian kaum jahiliyah. (Muslim) [100]

Hadits 096

مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

(96) Hamba Allah paling dekat pada-Nya ketika dia bersujud di depan-Nya. Maka kamu hendaknya memohon doa banyak-banyak kepada-Nya dalam sikap demikian (Muslim) [101]

Hadits 097

لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

(97) Seseorang jangan pernah iri hati kepada siapapun, kecuali kepada dua orang. Pertama, kepada seseorang yang Allah telah menganugerahinya harta dan dia membelanjakannya dalam jalan Allah. Kedua, kepada seseorang yang telah dianugerahi dengan ilmu pengetahuan (agama) dan dengan perantaraan itu dia memutuskan hukum dengan adil dan mengajarkan kepada orang lain (Bukhari) [102]

Hadits 098

مَنْ كُنَّ فِيهِ سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ كَنَفَهُ وَأَدْخَلَهُ جَنَّتَهُ رِفْقٌ بِالضَّعِيفِ وَشَفَقَةٌ عَلَى الْوَالِدَيْنِ وَإِحْسَانٌ إِلَى الْمَمْلُوكِ

(98) Ada tiga hal yang barangsiapa melakukannya niscaya Allah akan menutupi aibnya dan memasukkannya ke dalam syurga-Nya:

1. Kasih santun kepada orang yang lemah.

2. Berlaku baik kepada orang tua.

3. Bermurah hati kepada bawahan (pembantu dan budak-budak) (Tirmidzi)

Hadits 099

أَوَّلُ صَلَاحِ هَذِهِ الْأُمَّةِ بِالْيَقِينِ وَالزُّهْدِ، وَأَوَّلُ فَسَادِهَا بِالْبُخْلِ وَالْأَمَلِ

(99) Yang menyebabkan susksesnya umat Islam dahulu, adalah keyakinan dan terpeliharanya dari cinta dunia, dan permulaan dari kejatuhannya adalah disebabkan karena kekikiran dan banyak angan-angan (Baihaqi) [103]

Hadits 100

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

(100) Siapa saja yang bersalawat (berdoa untuk mendapatkan karunia Allah bagiku satu kali, maka Allah menganugerahkan Kepadanya sepuluh karunia sebagai balasan dan sepuluh dari dosa-dosanya dihapus dan martabatnya diangkat sepuluh tingkat. (An-Nasa-i) [104]