Semakin bertambahnya usia, memahami bagaimana dunia bekerja, melihat perkembangan zaman membuat diri ini merasa bahwa ada sesuatu yang lebih dari sekadar "hidup->karir->berkeluarga", melainkan lebih memaksa dan melawan segala rintangan untuk dekat dengan Allah Ta'ala.
Meninggalkan ketakaburan dan kesombongan, menganggap agama lebih dicintai daripada jiwanya, hartanya, kehormatannya, anak-anaknya, dan segala sesuatu yang dicintainya juga berhenti dari adat kebiasaan yang buruk. Hal itu menjadi sesuatu yang sebenarnya harus terjadi, disaat dunia hanya menjadi tempat singgah sementara seperti kata Nabi Muhammad SAW. Bukan pula berarti kita hanya fokus pada akhirat saja, tanpa ada kerja keras sama sekali melainkan setiap hal harus berlandaskan agama.
Tantangan di zaman ini lebih berat karena melawan diri sendiri dan lingkungan bukan paksaan perang seperti zaman dahulu yang harus mengangkat senjata untuk mempertahankan diri. Meneladani segala hal dari Nabi Muhammad SAW berarti berusaha sekuat tenaga menjalankan apa yang dijalankan olehnya.
Ibadah seharusnya bukan sekadar ritual tapi pemurnian jiwa melalui Allah Ta'ala, menjadi manusia yang bermoral dan berakhlak luhur. Setiap perkataan dan tindakan manusia harus mencerminkan arti dari setiap ibadah itu sendiri. Namun, zaman semakin mendekati akhirnya sehingga semua itu hanya sebatas harapan semata, kecuali pada orang-orang tertentu yang dalam perlindungan-Nya.
Perjuangan untuk agama itu selalu berat, sama seperti para nabi yang dahulu berjuang memancarkan keesaan Tuhan di seluruh bagian dunia, ada yang menentang dan ada pula yang mengikutinya. Agama menampilkan keaslian dan kebenaran dari arti kehidupan, bukan rekayasa manusia yang menggambarkan dunia gemerlap indah di atas harta dan popularitas semata.
Semoga Allah Ta'ala memberikan karunia dan perlindungan dari segala tipu daya.

0 Komentar