Saat pertama kali terlintas dipikiran ketika mengucapkan kata "moralitas" yaitu akhlak dan perbuatan baik. Bagaimana seorang manusia bisa memiliki akhlak yang luhur, mampu menjaga setiap perbuatan dan tingkah lakunya sesuai apa yang diharapkan oleh Tuhan. Dalam Islam, kita dapat melihat dengan nyata apa yang diinginkan oleh Tuhan dalam wujud manusia yaitu Nabi Muhammad SAW. Bagaimana ia bertindak dan bersikap, baik dengan tuhannya maupun dengan sesama manusia.
Banyak manusia telah kehilangan moralitasnya, melupakan batasan-batasan yang harus dijaga untuk menjadi seseorang yang Tuhan inginkan demi memuaskan hawa nafsu dan egonya. Jika dunia ini adalah perantara menuju kehidupan kekal abadi maka tujuan sebenarnya manusia bukankah untuk keabadian tersebut. Amal dan ibadah menjadi sesuatu yang dapat membawa manusia kedalam keabadian tanpa adanya penyesalan.
Namun yang terjadi yaitu manusia memilih untuk condong memuaskan hawa nafsu dan egonya demi kehidupan dunia yang hanya sebatas perantara ini. Tuhan menaruh harapan dan keinginan kepada manusia untuk menjadi Nafs Mutmainnah sebagai titik tertinggi derajat moralitas. Tapi itu tidak mudah, banyak rintangan dan godaan yang dapat menggoyahkan iman.
Akhir-akhir ini, aku melihat moralitas telah hancur. Semua dilakukan tanpa adanya rasa malu, mereka menjadi lebih berani dari sebelumnya. Tuhan membiarkan manusia kedalam keterpurukan dan memilih sebagian kecilnya untuk tetap dalam perlindungan-Nya. Meskipun begitu, manusia akan terus-menerus keluar dari harapan Tuhan sehingga semakin sedikit manusia yang tetap menjaga moralitasnya.
Hawa nafsu salah satu faktor besar dalam keterpurukan manusia, mengutamakan keinginan sesaat yang mendatangkan kemurkaan. Berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan dalam mengikuti arus dunia, tanpa berfikir panjang pada setiap tindakan. Kekayaan, posisi jabatan menjadi tolak ukur yang diakui semua manusia.
Seringkali agama hanya dijadikan candaan, pembelaan atas dunia. Mereka tidak mempelajarinya dengan khidmat dan seksama atas setiap perintah, kisah dan tanda yang seharusnya menjadi pedoman manusia. Tenggelam dalam hawa nafsu dan ego menjadikan manusia sebagai makhluk yang bisa lebih buruk daripada hewan sekalipun. Kesombongan bukan hanya pada harta dan jabatan tetapi dalam agama bisa menjadi awal kemurkaan Tuhan.
Agama membawa petunjuk bagi manusia untuk menjauhi kesombongan, menghormati setiap manusia sama rata tanpa ada perbedaan. Moralitas seharusnya dapat menjadikan manusia terhindar dari kesombongan, ketakaburan yang merusak hubungan. Islam menjadi agama yang membawa petunjuk untuk setiap kehidupan dengan versi yang lengkap, bukan membawa manusia kedalam keterpurukan moralitas.
Literasi yang minim membuat makna "Iqra" dalam Islam yang berarti "bacalah" menjadi tidak berarti. Al-Quran menjadi pedoman moralitas yang amat jelas bagaimana manusia seharusnya dalam berfikir dan bertindak. Mengapa justru sebaliknya, moralitas ditinggalkan dan manusia menjadi semakin terpuruk. Apa yang salah dengan manusia?
Dari semua ini aku melihat bahwa rintangan yang akan dihadapi manusia kedepannya akan semakin berat, kehancuran moralitas hanya akan bisa diperbaiki melalui Al-Quran sebagai pedoman yang lengkap. Juga mengikuti utusan-Nya yang akan menjelaskan maksud-maksud yang tersirat.

0 Komentar